Breastfeeding 101 for Working Moms

 

  Happy Monday, everyone!. Saatnya awali minggu yang baru dengan penuh semangat. Caranya? Mendengarkan lagu favorit di pagi hari, buat menu sarapan spesial, atau bahkan hanya dengan melihat tawa riang si kecil yang bikin hati makin adem. Apapun yang buah hati lakukan pasti bisa mengundang senyum bagi sang Ibu. Setuju, Moms?

  Menjadi seorang Ibu di zaman modern bisa jadi sedikit tricky, apalagi bagi wanita karir yang masih memiliki kewajiban memberikan ASI eksklusif. Rasanya sedih juga ya kalau harus terpaksa meninggalkan mereka ketika harus berangkat kerja. Kawan saya pun pernah beberapa kali mengeluh tentang tantangan yang ia hadapi, contohnya adalah ketakutan tidak bisa memberikan ASI eksklusif buat si kecil ketika jatah cuti kantor telah habis (yang biasanya, waktunya sangat terbatas!). Sedangkan seperti yang kita ketahui, para ahli merekomendasikan air susu ibu eksklusif untuk diberikan selama 6 bulan awal kehidupan bayi. Aduh, masalah seperti ini kadang bikin galau deh!

  Memang permasalahan seputar breastfeeding vs working moms menjadi tantangan tersendiri bagi kita para Ibu, tapi bukan berarti tidak mungkin dapat teratasi lho, Moms. Kita masih bisa mengatasi kegalauan tersebut dan memberikan yang terbaik bagi buah hati tersayang --- bahkan ketika harus aktif berperan di luar rumah sebagai wanita karir --- dengan melakukan tips-tips di bawah ini:

     1. Pilihlah Metode Memerah ASI yang Paling Praktis

Ada tiga pilihan cara memerah ASI: dengan tangan, pompa ASI manual, atau pompa ASI elektrik. Yang mana yang paling praktis? Pompa ASI manual maupun pompa ASI elektrik dapat menjadi pilihan working moms, karena dapat mengosongkan ASI di payudara lebih cepat dibandingkan metode memerah dengan tangan.

     2. Ketahui cara menyimpan ASI perah (ASIP)

Hal lain yang nggak kalah penting untuk Moms pelajari adalah cara menyimpan ASIP dengan baik dan benar. Ternyata, cara penyimpanan ASIP yang salah akan merusak kualitas ASIP. Nggak mau kan perjuangan Moms mengumpulkan ASIP menjadi sia-sia? Jangan lupa untuk menyimpan ASIP dalam wadah yang aman, pasang label dan tulis tanggal pemerahan ASI di label tersebut. Jika Moms akan menyimpan ASIP di fasilitas bersama di kantor, jangan lupa tuliskan nama si kecil di label supaya tidak tertukar.Jika di kantor tidak ada fasilitas kulkas/freezer untuk menyimpan ASIP, simpanlah di inculated cooler bag dengan ice packs yang dapat Moms bawa ketika bekerja.

     3. Minta Dukungan Lingkungan Kerja

Kerjasama antara Moms dan lingkungan kerja akan mendukung keberhasilan untuk mengatasi masalah breastfeeding vs working moms. Coba diskusikan beberapa hal seperti kebutuhan Moms untuk memompa ASI setiap 3-4 jam sekali, kebutuhan area privasi yang memadai untuk memompa ASI dan fasilitas penyimpanan ASIP kepada kepada atasan dan rekan kerja.

     4. Pilih Pakaian Kerja yang Memudahkan Untuk Memerah ASI

Selain dukungan dari orang-orang sekitar, Moms juga perlu berinvestasi pakaian yang nyaman dan memudahkan pemerahan ASI saat berada di lingkungan kerja. Kelihatannya sepele, namun langkah ini tak kalah penting dengan poin-poin sebelumnya, lho! Pilihlah office attire yang dapat membantu proses tersebut agar berjalan lebih cepat, seperti Florens Breastfeeding Top dari Casa Elana. Atasan ini memiliki desain office look yang stylish, dengan model tanktop kemeja dalam pilihan warna white-black, white-grey dan white-pink. Tidak seperti model tanktop kemeja lainnya, Florens Breastfeeding Top sudah dilengkapi kancing depan untuk memudahkan Moms saat memerah ASI ataupun menyusui.

  Nah, itu dia empat langkah mudah bagi working moms yang sedang merasa dilema dengan problem baby feeding. Cukup mudah bukan? Semoga tips yang saya sampaikan dapat bermanfaat dan memberikan solusi bagi Anda. Terakhir, tetap semangat bekerja Moms!


Salam,

Anneke Scorpy


Leave a comment